HENTIKAN PELANGGARAN HAM OLEH PEMERINTAHAN RI DAN TNI/POLRI DI PAPUA

Rabu, 29 Agustus 2012
Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Papua Barat!
Iktisar: Form Realitas

WEGAMO VOICE - Hari berganti hari, bulan berganti bulan masih juga terlihat pelanggaran HAM terjadi di Tanah Papua baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan terhadap Orang Asli Papua (OAP), Situasi di Papua semakin aman dan akrab dalam hidup sehari-hari mereka, tetapi masih saja ada Provokator Jenius yang selalu saja menyelimuti rakyat kecil sehingga mengakibatkan banyak kasus pelanggaran HAM terjadi di Tanah Papua, misalnya: Nabire berdarah, Wasior berdarah, wamena berdarah dan penyerangan TNI/POLRI terhadap rakyat sipil secara membabi-buta serta banyaknya eksekusi yang dilakukan Negara Indonesia terhadap Pemimpin-Pemimpin pejuang kebenaran dan Perdamaian di tanah Papua.

Warga masyarakat Papua merasa sudah tidak aman lagi bergabung dengan NKRI dan Rakyat Bangsa Papua telah merencanakan dengan strategi rahasianya untuk mendirikan Negara Papua Barat (West Papua State). Hal ini didasarkan pada berbagai perbedaan yang mencolok, yakni: Budayanya, Paradigmanya, Falsafah, Ideologi, Politiknya, Sosialnya dan Religi. Itulah yang menjadikan Papua memang Beda dengan Indonesia.

Dalam beberapa dekade silam, Bangsa Indonesia telah melancarkan strategi pembangunan melalui kebijakan presiden dalam intruksi Presiden tentang: Otonimi Daerah, Otonomi Khusus (Specyall Outonomy), Pemekaran dan sekarang sedang diberlakukan UP4B untuk memperhatikan Bangsa Papua dalam hal Pembangunan dan Kesejahteraannya. Namun demikian, kehidupan bangsa Papua sangat disayangkan karena kehidupan masyarakat di Papua semakin tertindas dan terperosok dalam skala kemiskinan yang luar biasa dikarenakan semua peluang kerja, usaha, perkembangan, hak-haknya dirampas secara halus oleh imigran bangsa Indonesia yang ke Papua (transmigran jawa, Sulawesi, NTB, Sumatra}. Kehidupan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan dan kesejahtraan dan hak-hak hidup orang papua juga semakin tertutup. Adanya pengaruh social yang merendahkan harga diri bangsa Papua melalui pelecekan, pencemohan berdasarkan agama dan RAS. Bahkan adanya peenyiksaan, pembunuhan serta scenario terencana untuk mengacaukan Papua dengan maksud memusnahkan Orang Papua sedikit-demi sedikit.

Kira- kira pada tahun 1999/200 pernah terjadi kejadian di Kuamki Lama-Timika, ada 2 perempuan dan 2 laki- laki dianiaya sedangkan 2 orang lagi berhasil kabur. Waktu itu bulan agustus, bulan Kemerdekaan Rebpubilik Indonesia. Kejadian ini bermula ketika mereka sempat menunggu angkutan di kwamki-lama ingin menuju ke Lapangan Timika indah. Tidak lama mereka menunggu mobil angkut, tiba-tiba mincul mobil tentara dan memaksa mereka berempat (OAP) naik mobil tentara itu, kemudian tentara bawah mereka di Jalan Freeport lama tetapi 1 cewe dan 1 cowo berhasil kabur/menghilang, sedangkan 1 cewe (N. Pakage) dan 1 cowo (A. Kotouki) masih dalam mobil. Tentara membunuh mereka dua., yang cewe mereka potong buah dada (Payudara) dan yang cowo mereka potong buah pelir (Alat kemaluhan Pria). Darahnya mereka  oleskan pada bangunan rumah Angkatan Laut yang di samping Makam Islam di tikungan ujung bandara Timika. Dan buah dada (Payudara) serta buah pelir si laki-laki mereka bawah. Sedangkan buah dadanya (Payudara) si wanita, mereka membuat patung gambaran pada Gapura yang ada di sudut bandara kebun siri dan Buah Pelir seorang lelaki itu ditempatkan di terminal bis/bus kuamki lama-kolam kolarman (Kali Waa).

Sekian banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah papua, baik yang terungkap maupun yang terselubung. Sampai kapan kah persoalan yang disebut-sebut sebagai “API DALAM SEKAM” ini akan berakhir. Sekalipun persoalan ini telah mencuat di permukaan hingga telinga kaum penegak hokum internasional, masalah Papua selalu menjadi polemic sengketa kepentingan berbagai Negara, terutama RI dan Amerika tidak pernah menemukan solusi yang tepat agar Warga bangsa Papua senantiasa hidup dalam keadaan sosial politik yang bebas dan beradab berdasarkan falsafah dan ideology yang dianut oleh bangsa Papua Barat.

Berdasarkan bukti penyerahan ranah Hukum, politik dan pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua Oleh ILWP/IPWP kepada PBB/UN setiap sidang umum tahunan, tatkalah dokumennya masuk di meja PBB/UN tetapi seakan-akan menjadi sebuah informatif belaka. Dengan perilaku seperti ini dapat dipastikan bahwa Indonesia, Amerika dan PBB memiliki kepentingan yang setimpal untuk menguasai kekayaan yang ada di Papua. Maka, dengan ini kami bangsa papua sedang melakukan perjuangan pembebasan ini seakan-akan melawan atau menantang Dunia untuk mempeloleh kebenaran sejati di Papua Barat. Papua Melawan Dunia!!


Reporter Wegamo Voice
Int: Nonce T.
Regards; Timipotu News

NASIB MAMA-MAMA PAPUA DI PASAR

Selasa, 28 Agustus 2012

Bangkitkan Nasionalisme Bangsa Papua!
 
Matahari terbit sampai matahari terbenam mam-mama masih jualan sayur di pasar di mana pun di Papua. Melihat mereka setiap hari begitu saja, kapan pemerinta daerah melihat dan memperhatikan nasib mama-mama di setiap pasar yang ada di seluruh Tanah Papua. Pemerinta Daerah tidak memiliki kreadibilitas dan tidak konsisten dalam melakukan proteksi terhadap rakyatnya melalui system pelayanan public secara transparan. Contoh kasus yang bisa kita lihat adalah; Pasar Hamadi di Jayapura yang carut-marut, Pasar Damei di Sempan-Timika, pasar Karang di Nabire serta setiap pasar kaget dan tetap di setriap pelabuhan Papua.
Pemerintah Indonesia tidak pernah melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program UMKM di tanah Papua, dikarenakan pusat pelayanan system terpusat (segalanya Sentralistik) tapi mama-mama dan seluruh rakyat bangsa asli papua mendambahkan perhatian dan pemberdayaan agar usaha jualan mereka untuk menghidupi keluarga dari hasil tambahanya di pasar, dapat berlanjut dalam waktu yang akan dating. Cobalah kita lihat ke bawah, ada siapa yang duduk tada-data panas, sakit rematik, sakit kaki tapi mereka berjuan diatas debuh/aspal hanya beralaskan permadani, hasil jualanya yang kurang dari lebih pasti akan digunakan hanya untuk beli makanan sore hari, maka itu pemerintah janganlah melantarkan dan lewatkan mama-mama di pasar.

Lihat dan renungkanlah; terasa sayang pada mama-mama di pasar, bawah-lah kabar ini kepada pemerintah supaya membanggun gedung pasar yang layak dan menciptakan system perekonomian dan perdagangan yang berpihak kepada mama-mama di pasar dan terutama bagi pengusaha pribumi kelas UMKM di Papua agar mama-mama yang suka sakit rematik, sakit kaki dan tahan panas dapat menikmati pekerjaan mereka selayak-layaknya.

Menurut hasil pantauan di lapangan, ada banyak mama-mama yang menyampaikan keluhan-keluahan mereka dalam aksi demonstrasi maupun cerita-cerita keseharian mereka, ada sebuah kisah penyampaian aspirasi mama-mama dalam setiap aksi demonstrasi di Deiyai-Paniai-Timika-Sorong dan di Jayapura, misalnya Demo di Jayapura: “Dalam demo gabungan mama-mama Papua, seorang mama mewakili mama-mama di Pasar menyampaikan: Pasar kami di Hamadi tidak layak untuk digunakan, maka pemerintah harus membangun Pasar Baru yang layak untuk menopang usaha kami. Dalam orasinya ia juga menyatakan, bahwa uang pembangunan itu ada tetapi mengapa tidak diperhatikan!!” Selanjutnya ia juga mempertanyakan hal yang sama: Apakah pemerintah daerah buta akan hal itu, atau pemerintah bermain politik ataukah pemerintah diarahkan oleh Pusat-Jakarta agar tidak membangun Papua…??. Kecurigaan-kecurigaan seperti itu muncul ketika anak negeri sendiri menjadi pejabat tetapi tidak membangun daerahnya sendiri, Papua-Red.

Reporter Wegamo Voice
Int/s: Nonce T.
Regards; Timipotu News

PAPUA KU INDAH JELITA, ISTANA ABADI

Senin, 27 Agustus 2012
Bangkitkan Nasionalisme Bangsa Papua, Pastikan Diri Anda Bukan JUDAS!

WEGAMO VOICE - Tanah Papua banyak dikunjungi oleh Imigran bangsa Indonesia. Orang Indonesia ke Papua bukan untuk jalan-jalan saja tetapi mereka bermukim di Papua untuk mencari nafkah, berdagang, berbisnis, tetapi dibalik itu terindikasi adanya motif menggabiskan masyarakat Papua di pelosok-pelosok perkampungan dan perkotaan melalui makanan dan minuman atau pembunuhan berantai melibatkan masyarakat imigran dari Jawa, Sulawesi, Sumatra dan kalimantan, pokoknya orang Indonesia selain bangsa Papua. Sampai saat ini telah membaur cara pemusnahan etnis tersebut melalui orang Papua sendiri, sangat nampak dengan adanya BMP serta bayaran yang hendak dilakukan oleh Kru Bambang Darmono di pintu gerbang rumahnya kepada setiap orang asli Papua dengan menyodorkan sebuah surat pernyataan agar menjaga integritas NKRI. Sangat disayangkan bila orang papua terlibat dalam permainan belaka seperti itu, yang akhirnya merugikan bangsa Papua dan alamnya.

Sayang, tanah ku papua sekejab mata saja sudah terpecah belah dengan iming-iming politik, uang yang menjual harga diri, janji muluk yang membawa kerisauan hati. Di Papua sudah kita ketahui bahwa begitu banyak orang korban hingga ribu-an orang dan lebih kejamnya banyak orang papua yang terdaftar dan masuk dalam gerakan/barisan merah putih (BMP), hal ini bisa dipengaruih oleh saudaranya yang terlibat didalamnya. Orang-orang yang terlibat dalam gerakan merah putih itu orang yang benci tanah papua dan boleh diberikan label julukan JUDAS.

Kebanyakan masyarakat di sana tidak punya uang dan juga ingin menjadi orang kaya, kebanyakan orang yang Radikal Gerakan Papua tapi pergi masuk ke gerakan merah putih lagi. Dengan cara dan karakter seperti itu,bagaimana kita menanggung masyarakat kita disana. Sangat menyedihkan tanahku papua beetapa kejamnya sintem politik pemerintahan Indonesia di Tanah Papua. Sudah waktunya orang-orang yang telah makan uang haram papua mencabut penyangkalan dengan upacara adapt/sejenisnya atas diri dan Papua atau menunggu maut menjemput mereka dan terperosok kedalam liang kubur.

Reporter Wegamo Voice
Ins: Nonce T.
Regards; Timipotu News

IBU, NYONYA DAN NONA PAPUA, HATI-HATI DENGAN LIPSTIK BERACUN

Minggu, 26 Agustus 2012
WEGAMO VOICE - 26/08/12, Liputan hari ini: Menyimak tayangan dari reportase investigasi kasus pada sebuah tayangan Tras TV mengayangkan sebuah kisah nyata tentang seorang pegusaha pembuat lipstik beracun. Setidaknya dilaporkan ada 5 bahan pencampur berbahaya yang dibuat lipstik berbagai merek, yakni: boraks, kapur tembok, pewarna tekstil, obat nyamuk sebagai pengharum dan lem kayu.

Selain itu, ditemukan kandungan logam dari proses pembuatannya berupa serbuk kabel sehingga dapat mengakibatkan dampak buruk pada lambung. Oleh karena itu dihimbau kepada Ibu ,Nyonya dan Nona Papua agar lebih jelih (hati-hati) dalam memilih lisptik di pasaran .

Dalam penggunaan lipstik tersebut, terlihat dan terasa aman saat lipstik digunakan, tetapi setela lipstik tersebut kontaminasi dalam konstruksi otot bibir dan kulit sekitarnya, maka pada beberapa saat kemudian akan menibulkan dampak negatif(resiko) berupa: iritasi pada bibir, alat pencernaan dan terutama pada ginjal. Ciri-ciri pada lipstick beracun terlihat dan ditunjukan dengan; lunak dan gampan patah, cepat luntur dan jika dioles perekatan agak kasar atau tidak halus.

Hal ini harus menjadi perhatian bagi setiap warga papua, terutama Ibu-ibu, nyonya-nyoya dan nona-nona Papua agar dapat melingdungi diri dari efek buruk lipstik beracun tersebut dan terutama terhadap hasil produksi atau buatan Indonesia yang tidak mencerminkan kemanusiaan.

Report Of Wegamo Voice
Nonce T.
Regards: Timipotu News

WELCOME MEMBERS OF WEGAMO VOICE!

Kamis, 23 Agustus 2012
I want to you come in to the this blog activities to stand up our independen voice of life from the hearth hopping all them. This is a mong the nationality voice of Wegamo Village in Paniai, Enagotadi-West Papua. Listen our Voice caused any problems can found related about millitary convident and than about mining of Energy is Uranium consisting, so that any company and more collega almost be care be our society.

Thank you to your attention for them to protection with international human rhigts regulation!
 

WEGAMO VOICE Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger